Selasa, 18 Desember 2012

Kepergianmu


Kuhujamkan pena pada kertas
Karena bibir terkatup enggan bicara
Kupejamkan mata dengan keras
Karena mengalir terus air mata

Kepergianmu kuanggap tak nyata
Kuharap itu hanya ilusi
Kujauhkan diri pada realita
Kuharap itu hanya mimpi

Tapi kenyataan tak dapat kuhindari
Engkau benar telah pergi
Tapi realita tak dapat kupungkiri
Bahwa kau telah tinggalkan ku sendiri

Haruskah aku menangis?
Agar kau sudi tuk kembali
Haruskah syair aku tulis?
Agar kau mau bersamaku lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar